Malam itu bulan tersenyum.
Indah dia bagai sang cinta yang selalu setia
Malam itu bulan tersenyum
dan buat aku ingat pada dia
Malam itu bulan tersenyum
Aku tanya ada apa dalam jiwanya
Malam itu bulan tersenyum
dan dia adalah segalanya.
Thursday, December 04, 2008
Monday, November 24, 2008
Saturday, November 22, 2008
all the money can't buy
I can be your fluffy white cloud that embrace you during the summer
That follows you wherever you may roam.
giving you the shelter
and keep you cool while you walk down the sandy beach alone.
I can be your song that you once madly listened to.
I'll keep it simple so you can understand the meaning of it.
capturing your heart at any given moment of your day
and turning it into the lullaby whenever you ask for it.
I can be the words of the helpless literature
and conjure that melts you down
I'll write you letters with those words
and turn it to tears of joy every now and then
just to see you shine to the brightest.
I can be whatever you restore in your memory lane
and dig it to the deepest core of what man may
I can be all the weird jargons and stay upbeat through every single day.
I can be everything that all the money can't buy
if only you were here yesterday
and had the patience to stay.
That follows you wherever you may roam.
giving you the shelter
and keep you cool while you walk down the sandy beach alone.
I can be your song that you once madly listened to.
I'll keep it simple so you can understand the meaning of it.
capturing your heart at any given moment of your day
and turning it into the lullaby whenever you ask for it.
I can be the words of the helpless literature
and conjure that melts you down
I'll write you letters with those words
and turn it to tears of joy every now and then
just to see you shine to the brightest.
I can be whatever you restore in your memory lane
and dig it to the deepest core of what man may
I can be all the weird jargons and stay upbeat through every single day.
I can be everything that all the money can't buy
if only you were here yesterday
and had the patience to stay.
Monday, November 17, 2008
malam di hutan
malam ini
aku hinjak segala panorama hijau-hijau
yang leka mencuit sedikit demi sedikit hujung rongga
dengan deruan angin yang makin bersahaja
setelah hujan enggan bermain lagi.
insaf aku
bila halwa telinga memainkan muzik bukan manusia
sahut-sahutan unggas bercerita
tentang segalanya mengenai syurga
lalu sembunyikan segala keresahan yang membelenggu
sejak aku mula punya akal dan risau.
segala daun-daun tua yang jatuh longlai
menari ke kiri lalu kanan
lalu terbaring lemah atas air luas tak berwarna.
setapak melangkah lalu mencerminkan diri pada air.
ada nampak aku, bintang, bulan dan juga awan.
cantik hasil tuhan lantas melirik bibir aku puas
dengan hati yang masih dapat rasa
dan masih mampu menghayati ciptaan agung si Maha Satu.
aku hinjak segala panorama hijau-hijau
yang leka mencuit sedikit demi sedikit hujung rongga
dengan deruan angin yang makin bersahaja
setelah hujan enggan bermain lagi.
insaf aku
bila halwa telinga memainkan muzik bukan manusia
sahut-sahutan unggas bercerita
tentang segalanya mengenai syurga
lalu sembunyikan segala keresahan yang membelenggu
sejak aku mula punya akal dan risau.
segala daun-daun tua yang jatuh longlai
menari ke kiri lalu kanan
lalu terbaring lemah atas air luas tak berwarna.
setapak melangkah lalu mencerminkan diri pada air.
ada nampak aku, bintang, bulan dan juga awan.
cantik hasil tuhan lantas melirik bibir aku puas
dengan hati yang masih dapat rasa
dan masih mampu menghayati ciptaan agung si Maha Satu.
Wednesday, November 12, 2008
dan saya sunyi
it's like talking to the ol' lady moon above
walking off to the dessert of Sahara in the deepest night
sharing stories with a roach
while your cat stares at you with uncertainties linger in her eyes
it's pretty much like a virus outbreak
and you are the only person alive
or seating on your leather sofa at 3 a.m
texting to non-existance someone
with smooth riding Jazz music flowing subtly in your ears
forcing every bit of your brain to compose a poem.
it's like everything is nothing
and your mind keeps contemplating.
it's like watching a silent movie
with a set of earphone stuck in your ear
no music whatsoever.
it's like a vacuum and and the black hole
sucking you closer to other's intervention
except there are none
but you.
walking off to the dessert of Sahara in the deepest night
sharing stories with a roach
while your cat stares at you with uncertainties linger in her eyes
it's pretty much like a virus outbreak
and you are the only person alive
or seating on your leather sofa at 3 a.m
texting to non-existance someone
with smooth riding Jazz music flowing subtly in your ears
forcing every bit of your brain to compose a poem.
it's like everything is nothing
and your mind keeps contemplating.
it's like watching a silent movie
with a set of earphone stuck in your ear
no music whatsoever.
it's like a vacuum and and the black hole
sucking you closer to other's intervention
except there are none
but you.
Monday, November 10, 2008
Syuhada
Waktu belum menangis untuk kau tinggalkan nyawa.
sendirian tak berteman
kosong terperap dalam sangkar buruk lagi busuk.
jiwa kosong menunggu panggilan
kau bukan manusia mudah berhenti jalan
dan serahkan segalanya pada tuhan.
tak tertiup sangkar kala untuk kau mengeluh
lalu mendongak awan.
tanah subur tinggalan pejuang
untuk semua lumpur dan keringat peluh.
masih basah untuk kau cepat lepaskan
lawan kau tetap lawan
kerana itu yang engkau pegang.
minum sisa ilmu pegangan imam.
sampai hari bila bumi terlalu jelek untuk jadi saksi
atas segala seksaan, hinaan malapetaka segala tuduhan
yang kau terima.
dan bila akhirnya badan jatuh tinggal nyawa.
berhenti juga ia untuk kau bernafas semula
dan tiap nyawa yang pergi datang semula
lalu bawa kau masuk syurga.
dan pasti tersenyum bukan kerana itu yang kau mahukan
kerana jalan itu hampir sampai ke penghujungnya.
sendirian tak berteman
kosong terperap dalam sangkar buruk lagi busuk.
jiwa kosong menunggu panggilan
kau bukan manusia mudah berhenti jalan
dan serahkan segalanya pada tuhan.
tak tertiup sangkar kala untuk kau mengeluh
lalu mendongak awan.
tanah subur tinggalan pejuang
untuk semua lumpur dan keringat peluh.
masih basah untuk kau cepat lepaskan
lawan kau tetap lawan
kerana itu yang engkau pegang.
minum sisa ilmu pegangan imam.
sampai hari bila bumi terlalu jelek untuk jadi saksi
atas segala seksaan, hinaan malapetaka segala tuduhan
yang kau terima.
dan bila akhirnya badan jatuh tinggal nyawa.
berhenti juga ia untuk kau bernafas semula
dan tiap nyawa yang pergi datang semula
lalu bawa kau masuk syurga.
dan pasti tersenyum bukan kerana itu yang kau mahukan
kerana jalan itu hampir sampai ke penghujungnya.
Friday, November 07, 2008
my innocence
I want you to die so I can breath free
happy and unnoticed without neither a slight guilt nor remorse
to play with the thought of unforgiven
that lingers everytime you were there
tempting me with faith i know I will never touch
I want to have the life I can lead to
not the one you tricked me into
with your wickedness
and your subtlest way possible
I want to be the one who fights you.
If tomorrow comes and rain still fall heavily on me
I want it wash you away and never set sail again
let you rot by the shore and die with my past
so I can start my dawn and have a cup of tea with my dearest bliss
my innocence is reaching me from within
caressing the purity and harnessing the light I have long crave for
but you whom I despise is still the master
and linger you still until the day you finally vanish.
O Lord, I hold still.
give me the strength so light prevails in me.
happy and unnoticed without neither a slight guilt nor remorse
to play with the thought of unforgiven
that lingers everytime you were there
tempting me with faith i know I will never touch
I want to have the life I can lead to
not the one you tricked me into
with your wickedness
and your subtlest way possible
I want to be the one who fights you.
If tomorrow comes and rain still fall heavily on me
I want it wash you away and never set sail again
let you rot by the shore and die with my past
so I can start my dawn and have a cup of tea with my dearest bliss
my innocence is reaching me from within
caressing the purity and harnessing the light I have long crave for
but you whom I despise is still the master
and linger you still until the day you finally vanish.
O Lord, I hold still.
give me the strength so light prevails in me.
Sunday, November 02, 2008
Bual jiwa
Jiwa tanya hati.
kalau kau mahu mati,
siapa yang kau mahu bawa.
Hati kata...
aku bawa kau.
kerna kalau manusia tahu.
Jiwa lebih berharga dari aku.
Aku manusia.
Sudah punya jiwa itu.
kalau kau mahu mati,
siapa yang kau mahu bawa.
Hati kata...
aku bawa kau.
kerna kalau manusia tahu.
Jiwa lebih berharga dari aku.
Aku manusia.
Sudah punya jiwa itu.
Sunday, October 26, 2008
World...another beginning
The world crumbles as man sacrifices the wisdom.
attached to them spirits.
the kindred memory.
insignificant and redundant.
the eventually.
it goes on and just on.
the world is ending.
and man knows nothing.
waiting patiently.
for world to struck revenge.
hits back at the misery
and resume to the vow of judgement.
to witness the assembly.
and smile back to us lots.
pathetic sad little humble souls.
we all deserve the inevitable verdict.
for what we intentionally did.
for everything we all did.
and when it all ends.
maybe the once strong wind
will blow the one horn back.
and give the live to those who actually deserve
hence gamble its long foretold fate.
and green lives on.
attached to them spirits.
the kindred memory.
insignificant and redundant.
the eventually.
it goes on and just on.
the world is ending.
and man knows nothing.
waiting patiently.
for world to struck revenge.
hits back at the misery
and resume to the vow of judgement.
to witness the assembly.
and smile back to us lots.
pathetic sad little humble souls.
we all deserve the inevitable verdict.
for what we intentionally did.
for everything we all did.
and when it all ends.
maybe the once strong wind
will blow the one horn back.
and give the live to those who actually deserve
hence gamble its long foretold fate.
and green lives on.
Tunggu Sebentar
Cinta...
Kau rindu aku tidak?
ada walau sesaat kau terfikir mahu singgah.
jenguk-jenguk aku walau satu saat.
dalam seluruh dunia.
kalau aku mahu kau singgah.
Cinta...
kalau hari telah jadi ceria.
kau bagaimana?
mahu kau berhenti sekejap.
memberanikan diri
kalau-kalau aku sudah bosan sendiri.
Kau cinta?
tidak pernah bosan atau saja.
bekerja keras membanting nyawa
untuk hati-hati
yang mungkin tidak berhak untuk kau puji.
datanglah.
jenguk-jenguk kalau aku punya masa.
Cinta...
aku tahu kau cukup sediri.
misteri tak berbelah bahagi.
lebih tahu dari semua hati.
kerna tuhan letak ilmu itu untuk kau yang punya.
kita berdua juga masing-masing tahu.
antara kau dan aku.
banyak hari lagi harus kau tunggu.
kerna aku masih senyap untuk mahu.
Kau rindu aku tidak?
ada walau sesaat kau terfikir mahu singgah.
jenguk-jenguk aku walau satu saat.
dalam seluruh dunia.
kalau aku mahu kau singgah.
Cinta...
kalau hari telah jadi ceria.
kau bagaimana?
mahu kau berhenti sekejap.
memberanikan diri
kalau-kalau aku sudah bosan sendiri.
Kau cinta?
tidak pernah bosan atau saja.
bekerja keras membanting nyawa
untuk hati-hati
yang mungkin tidak berhak untuk kau puji.
datanglah.
jenguk-jenguk kalau aku punya masa.
Cinta...
aku tahu kau cukup sediri.
misteri tak berbelah bahagi.
lebih tahu dari semua hati.
kerna tuhan letak ilmu itu untuk kau yang punya.
kita berdua juga masing-masing tahu.
antara kau dan aku.
banyak hari lagi harus kau tunggu.
kerna aku masih senyap untuk mahu.
Wednesday, October 22, 2008
cukup sudah...kau pergilah
Udah kau berhenti sahaja
meluat cukup sudah dengan segala kebobrokan panji-panji palsu
kata-kata nista kau kononnya seorang pembawa kepala
tapi yang kami nampak hanya nyawa gilakan harta
bebelan karut persis ular bercabang lidah
menyalak bukan untuk hantu
bukan pada anjing
bukan untuk pandang di bawah.
namun janji kosong tak pernah sudah.
kami sudah cukup bosan
bosan menanti tumbang dan karam kapal kamu
biar mati lemas
mati tinggal ajal
mati tak tentu pasal
asal kau pergi
sudah puas cukup hati
hidup kami takkan ada kesal.
meluat cukup sudah dengan segala kebobrokan panji-panji palsu
kata-kata nista kau kononnya seorang pembawa kepala
tapi yang kami nampak hanya nyawa gilakan harta
bebelan karut persis ular bercabang lidah
menyalak bukan untuk hantu
bukan pada anjing
bukan untuk pandang di bawah.
namun janji kosong tak pernah sudah.
kami sudah cukup bosan
bosan menanti tumbang dan karam kapal kamu
biar mati lemas
mati tinggal ajal
mati tak tentu pasal
asal kau pergi
sudah puas cukup hati
hidup kami takkan ada kesal.
Sunday, October 19, 2008
life and death
the calling of which is certain
in days full of mirages
uncertainties speak its true colours
naked...
time holds still
sky turns to pitch black
untill its ready to open the gap
and all hell breaks loose.
there is a storm inside the heart
clouding the judgement of the betterment
when misery come and visit
we, human will fall and sprawl.
in days full of mirages
uncertainties speak its true colours
naked...
time holds still
sky turns to pitch black
untill its ready to open the gap
and all hell breaks loose.
there is a storm inside the heart
clouding the judgement of the betterment
when misery come and visit
we, human will fall and sprawl.
Wednesday, October 01, 2008
mimpi aku
aku baca satu demi satu karangan puisi kamu itu
cuba sampai mati mahu mengerti apa makna mudah
di balik kata-kata indah kamu yang aku anggap puteri syurga
memujuk ego dalam diri yang itu semua tak berkaitan dengan aku
tapi entah kenapa.
aku rasa kau dekat dengan aku.
aku kenal simbol yang dulu aku dan kau lukiskan
suatu masa ketika aku pandang mata kau dalam
dan kau mengerti lalu senyum
dan waktu petang indah jadi simbol sampai maya tutup mata.
aku mahu bait itu untuk aku
kerana hati kuat berkata begitu
dunia yang aku ciptakan untuk kita
kau ungkapkan secara bayang malam.
anggap saja aku gila
atau mengajar perasaan menjadi bodoh semata
tapi aku tahu kata itu untuk aku
dan aku mahu kau tahu
aku tunggu kau di dunia itu.
kerana fajar itu adalah aku.
kerana mimpi itu untuk aku
kerana aku rasa kamu
dan rasa aku tak mungking membohongi aku.
cuba sampai mati mahu mengerti apa makna mudah
di balik kata-kata indah kamu yang aku anggap puteri syurga
memujuk ego dalam diri yang itu semua tak berkaitan dengan aku
tapi entah kenapa.
aku rasa kau dekat dengan aku.
aku kenal simbol yang dulu aku dan kau lukiskan
suatu masa ketika aku pandang mata kau dalam
dan kau mengerti lalu senyum
dan waktu petang indah jadi simbol sampai maya tutup mata.
aku mahu bait itu untuk aku
kerana hati kuat berkata begitu
dunia yang aku ciptakan untuk kita
kau ungkapkan secara bayang malam.
anggap saja aku gila
atau mengajar perasaan menjadi bodoh semata
tapi aku tahu kata itu untuk aku
dan aku mahu kau tahu
aku tunggu kau di dunia itu.
kerana fajar itu adalah aku.
kerana mimpi itu untuk aku
kerana aku rasa kamu
dan rasa aku tak mungking membohongi aku.
aku mati
kalaupun esok aku mati
kau mahukah lawat aku?
datang cari aku dan pulangkan senyum aku kembali
kalaulah kau datang
kau sudi buang masa dengan aku
mahu kau teman aku
dan buang buang hidup kau yang satu itu?
kalaupun kau teman aku
janji kau pada aku
tetap juga kau simpan sampai jadi api
aku tetap mati juga.
mati seorang diri.....
kau mahukah lawat aku?
datang cari aku dan pulangkan senyum aku kembali
kalaulah kau datang
kau sudi buang masa dengan aku
mahu kau teman aku
dan buang buang hidup kau yang satu itu?
kalaupun kau teman aku
janji kau pada aku
tetap juga kau simpan sampai jadi api
aku tetap mati juga.
mati seorang diri.....
puisi cinta
pergi matahari datang dan pergi
datang bulan lindung gelap
rindu hari pada malam
hilang arah angin hampa
cinta adam pada hawa
rindu uda kelibat dara
renung Yusuh luruh Zulaikha
tawan balqis dari Sulaiman
akan datang segala nista
bila cinta gagal lara
bila lara jadi hina
si kaya tidak berjiwa
andai jiwa gagal cinta
berhenti kata seluruh maya
dalam mata ada syurga
hilang rindu cambah setia
ada semua ada cinta
antara aku dengan dia
datang bulan lindung gelap
rindu hari pada malam
hilang arah angin hampa
cinta adam pada hawa
rindu uda kelibat dara
renung Yusuh luruh Zulaikha
tawan balqis dari Sulaiman
akan datang segala nista
bila cinta gagal lara
bila lara jadi hina
si kaya tidak berjiwa
andai jiwa gagal cinta
berhenti kata seluruh maya
dalam mata ada syurga
hilang rindu cambah setia
ada semua ada cinta
antara aku dengan dia
ramadhan
tingkat dua bas double decker
tadi sebelah ada tetamu tapi entah apa berlaku
tetamu tak muncul lepas bas berenti rehat ambil waktu
bas meluncur atas jalan luas
mungkin dulu tak terlintas akal
mungkin ini hasil asal
yang kini entah sejarah entah sampah
aku antara sibuk isi karang puisi dalam
perut bernyanyi kosong
maklum musafir ketika hari-hari bulan puasa
sebentar tadi baru lepas jentera besi penuh isi.
dan aku pasti aku masih di kawasan berhampiran
asal darah aku tumpah
lontar pandang jauh ke luar
aku lihat awan lihat langit lihat alam
entah kenapa hati redup antara waktu aku pandang
dan matahari jatuh tukar bulan
menonon semut besi berlainan warna bertukar ganti
sambil telinga harung segala kata anak muda
tempoh masih jauh masih awal jalan aku
masih banyak hadiah tuhan untuk aku simpan dalam hati
bila sampai semua sudah bertukar ganti
dan aku yang tak berhati
sambung hidup macam biasa
sampai waktu diri datang dan aku juga hidup kembali.
tadi sebelah ada tetamu tapi entah apa berlaku
tetamu tak muncul lepas bas berenti rehat ambil waktu
bas meluncur atas jalan luas
mungkin dulu tak terlintas akal
mungkin ini hasil asal
yang kini entah sejarah entah sampah
aku antara sibuk isi karang puisi dalam
perut bernyanyi kosong
maklum musafir ketika hari-hari bulan puasa
sebentar tadi baru lepas jentera besi penuh isi.
dan aku pasti aku masih di kawasan berhampiran
asal darah aku tumpah
lontar pandang jauh ke luar
aku lihat awan lihat langit lihat alam
entah kenapa hati redup antara waktu aku pandang
dan matahari jatuh tukar bulan
menonon semut besi berlainan warna bertukar ganti
sambil telinga harung segala kata anak muda
tempoh masih jauh masih awal jalan aku
masih banyak hadiah tuhan untuk aku simpan dalam hati
bila sampai semua sudah bertukar ganti
dan aku yang tak berhati
sambung hidup macam biasa
sampai waktu diri datang dan aku juga hidup kembali.
Wednesday, September 24, 2008
coke and menthol
coke and menthol
that's all I had last night
kind of stupid but I guess cool enough for me
most of it is only me.
coke and menthol
I blame all but not me
coke and menthol not worthy of all it
since quitting is an option
i took my whole pride to achieve it
coke is ok and menthol is bloody
I need a headstart
and get serious with my inner me.
coke and menthol is all i had
coke is ok and menthol is plain stupid
but I guess that is just me
menthol and coke
how foolish I can seriously be.
that's all I had last night
kind of stupid but I guess cool enough for me
most of it is only me.
coke and menthol
I blame all but not me
coke and menthol not worthy of all it
since quitting is an option
i took my whole pride to achieve it
coke is ok and menthol is bloody
I need a headstart
and get serious with my inner me.
coke and menthol is all i had
coke is ok and menthol is plain stupid
but I guess that is just me
menthol and coke
how foolish I can seriously be.
Sunday, September 07, 2008
at nights when the sky shimmers thy life with thousand stars
and serenate the joy of just born infant
i could sense your existance.
that you are hiding back behind the patchy ol' moon
shying your angelic wings and just wishing me luck
for bold enough to love those little souls.
I could sense your pain
your unbearable solemn pain if only you know the meaning of that world
I see your empty smiles
the one you regret the most to give
but I understand and I have no intention to overshadow your tales of memories.
maybe in the summer when the sun shines the most
and hills that once forgotten during the winter
can serve you right with that checkered red and white mat
letting you sit and sing your song of happiness you wanted the most.
finally killing yout left by whoever it concerns
your bitter pretence to its end.
my unintended.
and serenate the joy of just born infant
i could sense your existance.
that you are hiding back behind the patchy ol' moon
shying your angelic wings and just wishing me luck
for bold enough to love those little souls.
I could sense your pain
your unbearable solemn pain if only you know the meaning of that world
I see your empty smiles
the one you regret the most to give
but I understand and I have no intention to overshadow your tales of memories.
maybe in the summer when the sun shines the most
and hills that once forgotten during the winter
can serve you right with that checkered red and white mat
letting you sit and sing your song of happiness you wanted the most.
finally killing yout left by whoever it concerns
your bitter pretence to its end.
my unintended.
ode to masquarade
we danced in the rain
we danced at the back of the stage
we laughed aloud
we laughed together
we sang the song
we sang our song
we dreamt the same dream
we dreamt our own dream
we smiled together
we smiled at our own stupidity
we barked at each other
we barked for the fun of it
we cried at petty things
we cried too many
some lost the love of their life
others bring it to the end of eternity
some left us in the middle of the journey
lots of us stay as a family
some have started their different path
some still dance to the same music
some may see us in different story
but we know it all that we still recite our own fantasy
some may die through the passing tide
others may watch and smile
but truth lies in the heart
we still share the same part.
we danced at the back of the stage
we laughed aloud
we laughed together
we sang the song
we sang our song
we dreamt the same dream
we dreamt our own dream
we smiled together
we smiled at our own stupidity
we barked at each other
we barked for the fun of it
we cried at petty things
we cried too many
some lost the love of their life
others bring it to the end of eternity
some left us in the middle of the journey
lots of us stay as a family
some have started their different path
some still dance to the same music
some may see us in different story
but we know it all that we still recite our own fantasy
some may die through the passing tide
others may watch and smile
but truth lies in the heart
we still share the same part.
Subscribe to:
Posts (Atom)
