kata adam pada hawa
tentang ayat-ayat cinta
segalanya mengenai syurga
dan cerita epik sang panglipulara
bahasa tak tercipta
tidak bersuara
namun punya sastera
punya semuanya.
Sunday, February 15, 2009
Tuesday, February 10, 2009
nota kaki langit
terjerumus dalam bintang kejora
saat mula malam memainkan lakon pentasnya
ketika pencerita mula beradu domba
dan kau yang menari di hujung dunia.
lagu ombak yang mensisirkan puisi
membelai mutiara putihnya pantai
memetik satu persatu kunci jiwa
lalu menghayutkan jiwa kepadanya
kata hati yang karangnya tersusun rapi
tanpa gundah tanpa bahasa tapi indah
bercahaya tanpa suara namun punya rasa
tercipta untuk letaknya di takhta
dan segala yang mulia diletakkan pada senja
mewarisi dua hati yang bernoda di kaki matahari
pandang terus untuk meninjau warna
langit yang petangnya hanya antara jasad
dua cerita satu cinta.
saat mula malam memainkan lakon pentasnya
ketika pencerita mula beradu domba
dan kau yang menari di hujung dunia.
lagu ombak yang mensisirkan puisi
membelai mutiara putihnya pantai
memetik satu persatu kunci jiwa
lalu menghayutkan jiwa kepadanya
kata hati yang karangnya tersusun rapi
tanpa gundah tanpa bahasa tapi indah
bercahaya tanpa suara namun punya rasa
tercipta untuk letaknya di takhta
dan segala yang mulia diletakkan pada senja
mewarisi dua hati yang bernoda di kaki matahari
pandang terus untuk meninjau warna
langit yang petangnya hanya antara jasad
dua cerita satu cinta.
Thursday, February 05, 2009
gelap semalam
Semalam...
dalam pekat malam tanpa bintang tanpa segalanya
jalan tidak berhaluan
tidak punya arah tuju
aku yang semakin hilang daya
terus meraba dan bertanya
apa ada lagi bahagia di dunia.
dengan sendiri membawa roh dan jasad
yang aku yakin terlalu letih
dan kaki yang enggan mahu berjalan lagi
aku berhenti juga
memasang niat menggapai bintang
dan berdoa
biarkan akhirnya aku dakap si bintang dalam-dalam
dan dalam gelap pekat itu juga
bintang mendengarkan juga lagu hati aku
menoleh akhirnya dia
setelah sekian lama
membiarkan aku
membeku bisu.
bintang berkata
"bahagia kau datang akhirnya"
aku jadi leka
"kau dakaplah sampai bila-bila"
dalam pekat malam tanpa bintang tanpa segalanya
jalan tidak berhaluan
tidak punya arah tuju
aku yang semakin hilang daya
terus meraba dan bertanya
apa ada lagi bahagia di dunia.
dengan sendiri membawa roh dan jasad
yang aku yakin terlalu letih
dan kaki yang enggan mahu berjalan lagi
aku berhenti juga
memasang niat menggapai bintang
dan berdoa
biarkan akhirnya aku dakap si bintang dalam-dalam
dan dalam gelap pekat itu juga
bintang mendengarkan juga lagu hati aku
menoleh akhirnya dia
setelah sekian lama
membiarkan aku
membeku bisu.
bintang berkata
"bahagia kau datang akhirnya"
aku jadi leka
"kau dakaplah sampai bila-bila"
Tuesday, February 03, 2009
leka.
tak bernyawa tapi kau menghembuskan jiwa
tak bertema tapi kau alunkan juga liang-liang irama
tak bermuka tapi kau paling tak terbanding indahnya.
kau senyum tak bersebab
terang tanpa bulan
tidur tanpa mimpi
yang hanya kosong damai
untuk nafas terus bercerita.
tak bertema tapi kau alunkan juga liang-liang irama
tak bermuka tapi kau paling tak terbanding indahnya.
kau senyum tak bersebab
terang tanpa bulan
tidur tanpa mimpi
yang hanya kosong damai
untuk nafas terus bercerita.
Thursday, January 15, 2009
the old man and his doll.
the old man with a bamboo made doll
sitting on a bench on a Saturday's noon
wearing a black hat
smoking his pipe
waiting to die.
alone he waits the call
no teary eyes
no sound of gasp
he has no remorse nor
a life that he could ever care.
he looks weary though
for the doll he loves so much
will be left alone like him
once he has gone.
He wants to take her with him
so he can be happy like everyday
since fifty-nine years ago
she never fails to make him happy.
But God works in a mysterious way
and he has no word to muster
for him to tell God how much it means
if He can let it be.
so he understands.
so when the sun sets its sail
beauty as the sky turns to heaven
he let the world go
and the doll is not there anymore...
sitting on a bench on a Saturday's noon
wearing a black hat
smoking his pipe
waiting to die.
alone he waits the call
no teary eyes
no sound of gasp
he has no remorse nor
a life that he could ever care.
he looks weary though
for the doll he loves so much
will be left alone like him
once he has gone.
He wants to take her with him
so he can be happy like everyday
since fifty-nine years ago
she never fails to make him happy.
But God works in a mysterious way
and he has no word to muster
for him to tell God how much it means
if He can let it be.
so he understands.
so when the sun sets its sail
beauty as the sky turns to heaven
he let the world go
and the doll is not there anymore...
Wednesday, January 07, 2009
Mr Postman (send me my letter)
If ever I have the chance to meet you
over the long line that separates us
would you be nice enough to lend me
your smile
if the time is over,for me to ever start to write my letter
and the words are messy you couldn't read or one way another
would you say...
it doesn't matter..
and I, here...
singing you my lullaby
singing you my lullaby
not another day goes by
thinking how the world spins around us
and I, here...
singing you my lullaby
singing you my lullaby
know that I'm here
sitting on the bench on the sunny day afternoon
tapping my fingers..
waiting for you.
Mr postman...know I'm waiting for you
Mr postman....send me this letter please you do.
over the long line that separates us
would you be nice enough to lend me
your smile
if the time is over,for me to ever start to write my letter
and the words are messy you couldn't read or one way another
would you say...
it doesn't matter..
and I, here...
singing you my lullaby
singing you my lullaby
not another day goes by
thinking how the world spins around us
and I, here...
singing you my lullaby
singing you my lullaby
know that I'm here
sitting on the bench on the sunny day afternoon
tapping my fingers..
waiting for you.
Mr postman...know I'm waiting for you
Mr postman....send me this letter please you do.
Monday, January 05, 2009
dalam pekat malam
Di dalam pekat tengah malam
diantara aku dengan kau
di atas hamparan sejadah
disaat kata-kata aku berbicara
dimasa jatuh tangisku berdoa.
Aku sehina-hina jiwa.
serendah-rendah manusia.
sekotor-kotor hamba.
menadah tangan menahan langit
meminta bukan untuk aku
bukan untuk keluarga ku.
tapi untuk mereka.
Kau hancurkanlah Yahudi
Kau leburkanlah Yahudi
Kau binasakanlah Yahudi
dan biarkan mereka terus pergi...
diantara aku dengan kau
di atas hamparan sejadah
disaat kata-kata aku berbicara
dimasa jatuh tangisku berdoa.
Aku sehina-hina jiwa.
serendah-rendah manusia.
sekotor-kotor hamba.
menadah tangan menahan langit
meminta bukan untuk aku
bukan untuk keluarga ku.
tapi untuk mereka.
Kau hancurkanlah Yahudi
Kau leburkanlah Yahudi
Kau binasakanlah Yahudi
dan biarkan mereka terus pergi...
Untuk Palestin
Menangis lagi bumi palestin
disembur mortar-mortar alunan Yahudi
Tak bermata tak bernyawa
tapi rakus mencabut jiwa.
tersedak anak-anak tinggalan anbia
keliru dengan sangkaan bunga api
yang rupanya cluster menghadirkan diri
menggigit setiap daging kulit bayi-bayi
yang baru semalam mengenal bumi
termenung ibu-ibu disudut runtuhan batu
yang dulunya rumah yang didiami
mengenang masa hadapan tak kunjung tiba
si tua yang mampu
mendongak ke langit
menunggu.
bila jatuhnya anak muda mereka
ditembusi peluru yang datang dari mana.
tak ternangis lagi mata mereka
kerana airnya telah lama kering
dan lelah bertukar menjadi tenaga.
dengan segala derita.
mengangkat senjata
demi kemenangan yang mereka pasti akan tetap melawat juga.
disembur mortar-mortar alunan Yahudi
Tak bermata tak bernyawa
tapi rakus mencabut jiwa.
tersedak anak-anak tinggalan anbia
keliru dengan sangkaan bunga api
yang rupanya cluster menghadirkan diri
menggigit setiap daging kulit bayi-bayi
yang baru semalam mengenal bumi
termenung ibu-ibu disudut runtuhan batu
yang dulunya rumah yang didiami
mengenang masa hadapan tak kunjung tiba
si tua yang mampu
mendongak ke langit
menunggu.
bila jatuhnya anak muda mereka
ditembusi peluru yang datang dari mana.
tak ternangis lagi mata mereka
kerana airnya telah lama kering
dan lelah bertukar menjadi tenaga.
dengan segala derita.
mengangkat senjata
demi kemenangan yang mereka pasti akan tetap melawat juga.
Friday, January 02, 2009
puisi CINTA cliche
Aku Adam dan kau Hawa.
Aku bulan pulang ke awan
Kau pelangi basahkan hujan.
Aku kumbang mahu kan segalanya
dan kau bunga yang aku inginkan juga.
kau laut yang aku hanyut dan renang
aku angin yang kau larut ke pantai
bila malam aku gelap segala alam
tiba siang kau lindung aku dengan bayang.
Kau langit petang aku matahari cahaya pagi
segala cerita dunia cinta
segala kisah balkis dan Sulaiman
puisi Zulaikha pada Yusuf
pesan Samson untuk Delila
Hati Uda cumbu Dara
epik Romeo dan Kasihnya Juliet
Untuk kau dari Aku.
Aku bulan pulang ke awan
Kau pelangi basahkan hujan.
Aku kumbang mahu kan segalanya
dan kau bunga yang aku inginkan juga.
kau laut yang aku hanyut dan renang
aku angin yang kau larut ke pantai
bila malam aku gelap segala alam
tiba siang kau lindung aku dengan bayang.
Kau langit petang aku matahari cahaya pagi
segala cerita dunia cinta
segala kisah balkis dan Sulaiman
puisi Zulaikha pada Yusuf
pesan Samson untuk Delila
Hati Uda cumbu Dara
epik Romeo dan Kasihnya Juliet
Untuk kau dari Aku.
Tuesday, December 23, 2008
morning.
Dawn breaks the sombre breeze
doves fly to the north
seagulls sing the welcoming morning
and ocean speaks his promises to me.
the flip of a chapter
and a new philosophy
that I yet to venture
awaits me beyond your face.
doves fly to the north
seagulls sing the welcoming morning
and ocean speaks his promises to me.
the flip of a chapter
and a new philosophy
that I yet to venture
awaits me beyond your face.
minta diri
Aku pergi dulu
jauh dari jalan-jalan penuh batu.
menuju denai
semak bagai.
jalan terus
tanpa perlu toleh lagi
tanpa risau segan malu
jalan terus
sambil berlagu.
jauh dari jalan-jalan penuh batu.
menuju denai
semak bagai.
jalan terus
tanpa perlu toleh lagi
tanpa risau segan malu
jalan terus
sambil berlagu.
Monday, December 22, 2008
seperti semalam
malam ini senyum kau datang lagi
seperti semalam kelmarin dan hari-hari yang selalu
kau dekat dengan aku
dan kau tetap bisikkan kata-kata jiwa lagu
kau ceritakan kisah-kisah hidup kamu
dan kau mahu aku kongsikan cerita hari dan waktuku
dalam senyap malam antara kau dan rindu.
kau sendakan jari-jari nakal melayari haus batin
yang semakin hampir antara nafas kau dan aku
menutup segala ruang untuk masa berlalu
dan masa diam membisu
yang wujud hanya senyum itu.
seperti semalam.
hari-hari lalu dan esok yang aku tunggu.
ya.ini untuk kamu.
seperti semalam kelmarin dan hari-hari yang selalu
kau dekat dengan aku
dan kau tetap bisikkan kata-kata jiwa lagu
kau ceritakan kisah-kisah hidup kamu
dan kau mahu aku kongsikan cerita hari dan waktuku
dalam senyap malam antara kau dan rindu.
kau sendakan jari-jari nakal melayari haus batin
yang semakin hampir antara nafas kau dan aku
menutup segala ruang untuk masa berlalu
dan masa diam membisu
yang wujud hanya senyum itu.
seperti semalam.
hari-hari lalu dan esok yang aku tunggu.
ya.ini untuk kamu.
senjata pemusnah alam
bergegar gempita seluruh insan bumi
dengan perkhabaran cerita yang mungkin memberhentikan
segala waktu
mengenai pertemuan akhirnya
ciptaan kuasa jahat
yang mahu menghancurkan dunia
lantas lahir terus pula sinar hidup baru
yang akhirnya perang akan berlalu
yang mungkin mati tidak perlu dijenguk lagi
atau mingkin selamat sudah anak cucu.
akhirnya tamatlah derita derita seluruh dunia
kerana senjata sudah diketemu
senjata penghancur alam yang maha jahat
tamat segalanya.
perang dunia
benar!
memang menang sudah kita.
akan hidup aman damai.
untuk semula menyambung cerita hidup.
tahniah sang ketua.
kasut itu mampu menamatkan jutaan jiwa manusia.
jadi esok kita boleh tidur lena ya?
dengan perkhabaran cerita yang mungkin memberhentikan
segala waktu
mengenai pertemuan akhirnya
ciptaan kuasa jahat
yang mahu menghancurkan dunia
lantas lahir terus pula sinar hidup baru
yang akhirnya perang akan berlalu
yang mungkin mati tidak perlu dijenguk lagi
atau mingkin selamat sudah anak cucu.
akhirnya tamatlah derita derita seluruh dunia
kerana senjata sudah diketemu
senjata penghancur alam yang maha jahat
tamat segalanya.
perang dunia
benar!
memang menang sudah kita.
akan hidup aman damai.
untuk semula menyambung cerita hidup.
tahniah sang ketua.
kasut itu mampu menamatkan jutaan jiwa manusia.
jadi esok kita boleh tidur lena ya?
Friday, December 19, 2008
when people fall in love
Listen....
No words,
No justification,
No description,
No speech shall ever be interfered.
Listen...
feel it.
For when people finally fall in love,
silence is the one that shall speak.
No words,
No justification,
No description,
No speech shall ever be interfered.
Listen...
feel it.
For when people finally fall in love,
silence is the one that shall speak.
Wednesday, December 17, 2008
mata
Alis mata indah menjeling alam
kurniaan tuhan sekalian alam.
menjadikan lirikan dan setiap pandangan
jatuh persona hati setiap insan.
seperti juga aku yang tersenyum idam dari jauh.
redup dan berkaca mendamaikan.
dengan kilasan hitam yang menambahkan cantik mata itu.
sungguh...
cantik cukup mata itu.
kurniaan tuhan sekalian alam.
menjadikan lirikan dan setiap pandangan
jatuh persona hati setiap insan.
seperti juga aku yang tersenyum idam dari jauh.
redup dan berkaca mendamaikan.
dengan kilasan hitam yang menambahkan cantik mata itu.
sungguh...
cantik cukup mata itu.
they were so in love
They were so in love thay said.
He was reading the paper
and she was sitting beside him.
It was nothing special about the picture
but they knew, they were all that matters.
they enjoyed their evening walking together.
they were almost inseparable.
He saw his future in her
and she knew they were destined to be with each other.
they were dead romantic they said
illuminating the heart and dream of one another
he was like a child on his first birthday party
and she was as silly as a girl during her first day in school.
they were the epic of all dreams
where fantasy is the only reality
he created the world for them
and she helped to paint the world better.
somehow they knew it was not a mistake.
He was reading the paper
and she was sitting beside him.
It was nothing special about the picture
but they knew, they were all that matters.
they enjoyed their evening walking together.
they were almost inseparable.
He saw his future in her
and she knew they were destined to be with each other.
they were dead romantic they said
illuminating the heart and dream of one another
he was like a child on his first birthday party
and she was as silly as a girl during her first day in school.
they were the epic of all dreams
where fantasy is the only reality
he created the world for them
and she helped to paint the world better.
somehow they knew it was not a mistake.
Wednesday, December 10, 2008
Selamat tinggal
Selamat tinggal bulan malam
selamat tinggal angan-angan
selamat tinggal mimpi indah
selamat pergi senja petang
selamat tinggal bintang terang
selamat sudah semua harapan.
selamat sudah segala tinggal
esok lusa aku enggan simpan.
selamat tinggal angan-angan
selamat tinggal mimpi indah
selamat pergi senja petang
selamat tinggal bintang terang
selamat sudah semua harapan.
selamat sudah segala tinggal
esok lusa aku enggan simpan.
Aku...benci
Aku amat benci luar dalam jasad ini
setiap inci kulit hitam setiap kali nafas aku lepas
mahu aku muntah pada wajah ini
mahu aku lapah sampai mati.
ludah kesemua apa yang ditegah
dan buang segala damai mimpi.
aku enggan jasad ini lagi.
kerana ianya bukan apa hanya kosong sunyi semata.
setiap senyum hilai ketawa palsu belaka.
hanya campuran segala watak yang dulu aku pentaskan.
pergilah!
pergi saja kerana telah putus sudah segala asa.
dan aku sudah enggan mahu lagi...
setiap inci kulit hitam setiap kali nafas aku lepas
mahu aku muntah pada wajah ini
mahu aku lapah sampai mati.
ludah kesemua apa yang ditegah
dan buang segala damai mimpi.
aku enggan jasad ini lagi.
kerana ianya bukan apa hanya kosong sunyi semata.
setiap senyum hilai ketawa palsu belaka.
hanya campuran segala watak yang dulu aku pentaskan.
pergilah!
pergi saja kerana telah putus sudah segala asa.
dan aku sudah enggan mahu lagi...
Piece of honesty
I look at them people and they looked happy
with smile smeared all over them faces
I feel envy beneath the skin
I ask me a question
a question I have no interest before.
why don't I deserve to be happy?
am I not nice enough to have it live close with me?
I am done putting hope before everyhing
am done telling me soon time will eventually get me
I give up being stupid
and I long to be somebody
somebody I can be close with.
I am nothing and my life is all empty.
I am tired
and it is tiresome to watch them faces
their honest smiles and their eyes
eyes of which filled with love I have not
why can't it be me instead being happy?
is it me or love has put me as an enemy.
lord please answer me...
with smile smeared all over them faces
I feel envy beneath the skin
I ask me a question
a question I have no interest before.
why don't I deserve to be happy?
am I not nice enough to have it live close with me?
I am done putting hope before everyhing
am done telling me soon time will eventually get me
I give up being stupid
and I long to be somebody
somebody I can be close with.
I am nothing and my life is all empty.
I am tired
and it is tiresome to watch them faces
their honest smiles and their eyes
eyes of which filled with love I have not
why can't it be me instead being happy?
is it me or love has put me as an enemy.
lord please answer me...
Thursday, December 04, 2008
bulan itu sedang tersenyum
Malam itu bulan tersenyum.
Indah dia bagai sang cinta yang selalu setia
Malam itu bulan tersenyum
dan buat aku ingat pada dia
Malam itu bulan tersenyum
Aku tanya ada apa dalam jiwanya
Malam itu bulan tersenyum
dan dia adalah segalanya.
Indah dia bagai sang cinta yang selalu setia
Malam itu bulan tersenyum
dan buat aku ingat pada dia
Malam itu bulan tersenyum
Aku tanya ada apa dalam jiwanya
Malam itu bulan tersenyum
dan dia adalah segalanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
