Friday, August 29, 2008
life
try to open the fridge so i can eat instead...but it's empty
i move my overweight body to the simple undecorated living room of mine...but it's empty.
so i walk out of the house hoping to feel the hussle of city...but it's empty
I try to dive into the river to see them fishes...but it's empty
i step outside the river and try to figure out what is happening...but it's empty
so i see
i smile
and i keep walking
KLIA
di tapak luas yang dulunya hijau tapi kini
berubah menjadi lapangan burung-burung
besi pergi dan kembali.
malam ini aku gagahkan juga kaki ini
walau niat tidak berasaskan ia juga
dengan puntung rokok sejuk yang aku pegang dari sudah tadi
aku lawati setapak lalu setapak ke jejak yang dulu cukup tegal bagi aku.
dalam hati berdesik...
'malam ini aku lawat engkau kembali'
angin deras melambai-lambai muka bersih selaput misai janggut tak bercukur
mata kecil menahan pedih angin malam yang tetap sama seingat aku
tapi bibir aku tersenyum sedikit.
menahan ego yang aku dulu pernah bersatu.
bunyi kuat deruman burung-burung buatang hamba tuhan
semerdu lagu syurga dunia yang aku masih hafal setiap bait-bait nada.
cukup indah.
aku pandang ke langit
langit masih gelap macam dulu.
lampu bertiang masih angkuh berdiri kaku...sama macam dulu.
manusia kuar masuk berlainan suku tapi keadaan masih macam dulu.
betullah. keindahan alam.
ikhlasnya hati bercinta dengan alam juga takkan berubah.
yang berubah waktu.
tapi alam masih begitu. kan?
puteri
dengan terang tanpa bayang tanpa siang tanpa hilang
datang dengan senyum yang hanya hati dapat karang
tapi yang datang cuma bayang kerna engkau datang tanpa kesan
engkau datang bawak rindu
persis angin kala bayu melambai pantai
tidak terlihat jasad itu tapi aku tahu
aku rasa angin itu...
engkau datang tapi jauh
bukan kaku tak sekali layu jadi datang saja tiap waktu
sebab aku walau sesaat pasti tunggu
engkau puteri itu
engkau wajah itu
engkau rindu itu
engkau lagukan hidup waktu.
Sunday, July 20, 2008
mimpi
I dreamt of you..
again, last night.
you came to me.
in a room.not too shabby.
enough to make me felt you.
you were smiling.
to me.to me alone.
full with radiance and a joy of an infant
your beautiful smile, i won't ever forget it.
we made love.
so passionate that could only
resemble the fogs and the icy midst.
I feel you.
you whispered it to my ears.
soft and lovely.
the words that hit me with the desire.
of wanting to ever remember it.
till the last breath of my life.
you said it.
in my dreams.
you said,
you will always be the one that I love the most.
and I woke up.
and I still feel you.
Tuesday, June 24, 2008
that life of a sea eel
befriended with that drunk red choking crab
drooling over the star crescent
and swinging in the sound of an orchestra
forget the past if it only brings the best of you out of town
keep in mind that the world is only there for those who only care to die
let it toys you up in the head
so you can suave around and
down with all the lies that once shined down
the sky.
dance to the theatre of dreams
sing the lullaby of a thousand nights
if there is a bye keep it until the after
you might need then so use it there.
for all I care, I care
those I don't give a damn. be it.
Thursday, June 19, 2008
gelap malam
menyusup jalan yang tidak bertanda tapi
hati keras memujuk teruskan sahaja.
mungkinkah?
atau hati itu bukan ia cuma bisikan syaitan yang
hanya suka menyesatkan?
tapi aku terus jalan sahaja.
Malam itu gelap.
tiada cahaya tapi aku nampak hujung sana ada bulan.
tap entah kenapa bulan nampak kecil sahaja.
malah tak seperti biasa,
cahaya bulan tak tersampai menerangi jalan aku.
entah lorong entah denai tapak kaki aku sentuh.
sebab tiada cahaya jadi jalan sahaja.
cukuplah dengan rasa selesa yang aku rasa
sebab aku tahu bila masa tiba
matahari tu muncul juga.
Sunday, June 08, 2008
you
So vast with colours and smooth sultry of the wind
Tuesday, June 03, 2008
tunggu hujan turun
guruh sudah mula bernyanyi
awan lari tutup matahari
aku masih memandang datang bintang.
hari itu yang mendung
aku mati menunggu waktu
masih termanggu persis manusia dungu
enggan berganjak dari tanah yang aku injak.
aku berdiri sambil jadi saksi
menunggu hujan yang masih
tak sudi teman aku
masih sombong memberitahu.
hari itu alam sepi
ada manusia ada semua
tapi masing-masing perhati aku
aku yang masih kaku berdiri.
ke kiri tak juga bergerak
ke kanan pun tidak jugak.
cuma menunggu rintik hujan timpa aku
dan terus memberitahu apa perlu aku tahu.
Hari itu darah berhenti gerak
nafas selesa dapat rehat
mata yang ada aku pandang sepuasnya.
tanpa kelip menatap awan gelap.
hari itu hujan turun bagai taufan
tanpa guruh tanpa petir berebut hujan pukul aku
tak terlepas seinci badan
basah semuanya tiada yang tinggal.
hari itu hujan datang
aku tersenyum.
berjalan darah ke seluruh badan
puas nafas bertiup menghidupkan aku.
bergerak kaki setapak ke depan
bersorak alam membisikkan kata pujian.
hujan yang datang membuka jalan
jalan yang aku tahu penuh dengan senyuman.
Sunday, June 01, 2008
wasn't there
I watched you from there
I smiled
because you looked priceless
I was there
though you didn't see me
though you didn't notice me
I was there as I once promised you.
I wanted to come and say hi
but I didn't have the guts
I wanted to give you this sense of happiness
but I was not there
I was there
looking at you
feeling close to you
like I used to.
Wednesday, May 21, 2008
dear soul
I'll rest my soul now so I can be with you again tomorrow.
when I wake up.
please hold me tight as I might forget the warmth of your body.
hey there lonely.
please stay beside me
as I am about to start dreaming.
flourish me with ol' tales of your past.
so i can understand you better then.
don't go my lovely silence.
entertain me with your music of nothingness
and lit my passion
with your flaming desire.
your presence is most cherished
and I am still wanting you.
and you my beautiful yesterday.
my perfect yesterday.
know that I expect to see you
when these eyes ready to face the day again.
I will lead you with my hand
and watch you making my breakfast.
making me the best meal ever.
and let happiness watch us with all the jealousy of the world.
and let love suffers all the suffering she could bare.
when that happens
help me my dear hope.
remind me over and over again
that I am still alive
and that I will see misery again
at the end of the day
when these eyes ready to rest its wings again.
Thursday, May 15, 2008
Kau Palestin
tangis mu bila mata hanya memandang tanpa ingin rasa derita bersama.
Tanpa rasa belas perasan sesaudara
dan kau hanya terus berjuang sendiri.
Kau Palestin tanah tumpah nabi-nabi dari Tuhan yang satu
tanah yang di injak Rasul akhir bila di angkat untuk bertemuNya.
Lalu di kurniakan kepada kau hari ini
pewaris tanah suci tinggalan Baginda .
Kau Palestin tempat anak-anak membesar
membesar sebagai pejuang jalan yang benar
meletak maruah lebih dari segala kemewahan dunia
demi menjejak keredhaan di satu masa
bila bumi berhenti bernyawa.
Kau Palestin tanah segala kebahagiaan ibu-ibu tua
Bahagia kerana mereka tahu mayat yang dibolosi
peluru anjing hitam bintang David
menjawab syahid bagi Anak mereka.
(buat anak-anak Palestin yang telah 50 tahun dikongkong syaitan dunia)
Tuesday, May 13, 2008
your shadow
As I stand on this old wooden creak
Overlooking the bright sun ready to succumb with its aging years
Stiff as it is.
I wave your shadow goodbye.
And pretend that life I once had is exceptionally perfect
You will always remind me of everything.
An almost something that constantly changing
And that I can never touch and sense the warmth of it again.
Celebrating the days you wanted the most but not me.
I fully understand that you are now a page of yesterday
And I have to let you go.
For nothing can force me to ever forget the sweetness of it
Not in this life or another
Not if I still believe.
berdiri kaki seperti kasi
Sakit hati ini tiap kali terfikirkan kau
Atas segala perbuatan kau yang tak sedikitpun
Melambangkan kau seorang manusia
Tapi entah kenapa aku terus diam
Marah benar aku bila kau perdengarkan diri
Bangga menyalakkan propaganda kau yang palsu
Membonceng segala kuasa yang kau kuasai
Tapi apa aku mampu lakukan bila hati tetap terkunci
Terbumkam, tersiksa, terkorban pejuang-pejuang ku
Meninggalkan hari ini untuk kemuliaan esok
Tapi aku tetap di sini kaku seperti batu menunggu laku
Tentang kemenangan yang hakiki walau tidak seinjak kaki berlari
Malulah aku bila hanya aku yang terpinggir
Dari cinta sejati kurniaan tuhan kepada yang mati
Yang mati demi jalannya sedangkan aku tetap begini
Menunggu dan menunggu hari-hari penuh hipokrasi…
selamat malam
Selamat malam…
Bilamana mimpi ini kau ingkari
Hanya kerna hati yang kau miliki
Aku pandang sepi dan terlepas tak di sedari
Yang penuh dengan suci tanpa kemuliaan
Yang entah benar atau tidak niat hati
Hanya tuhan yang maha tahu tapi sinis mata pandangan ku
Dengan tari manis kata-kata yang hebat arjunanya
Sehingga kau terhenti bernafas dan merelakan segalanya
Untuk mengungkap kata sayang pada yang tidak empunya
Bilamana kini semuanya tidak bererti
Selagi tidak bulatnya hati ini
Lari dari segala persoalan demi sayang yang tidak tahu jujurnya
Adakah benar atau salah pujangga yang aku mainkan
Adakah terbalas apa yang tidak terbalaskan
Atau lupakah aku dengan angin yang suatu ketika pernah kau relakan ingkari
Benarkah ini jalan yang menggembirakan aku?
Atau kau yang tetap masih aku sayangi
Yang masih keras dan keliru dengan perkara yang aku sendiri patut luruskan
Tapi enggan kerna sayang ini jugalah yang masih menghalang…untuk kau
Andai benarlah cinta aku suci dan utuh hati ku untuk ku perjuangkan
Menentang ke tidak tentuan yang ciptaan kau
Maka butalah hati ku dan tulilah kata halus ku
Demi kau aku terus mimpi dengan penuh pengharapan
Selamat malam
Kerna aku tetap mahu bermimpi…
Death V2.o
Dear Death
My sights are gone for what left is only me
Thick and bold I dare say that it is only me
For everything that is sweet in this world has left me
Hollowed and shrieked nothing could be done to undone my fight
So much that I missed I’d learn to be happy
Even for a second I would change, I would change it eternally
But not living in this hole where everything is so dark and cold
It soften my soul and for each passing howl.
Nothing that I pictured could even spare me
Roses, widows, babies and death itself
Are but a nightmare, it confuses me as a whole
My nights are blind so days are old
I want to go and why can’t you let me…
And be where I belong
Away but not here, peaceful and serene
For I am a man and I knew it was all me
Let me live my place where I should always belong.
I swear to God
I swear to God that I love this feeling
The feeling a child could only ask for
Every time his birthday twinks around
Wrapping off daddy’s little red present
On the night when the old watch turns itself past twelve
The same sound I heard with the exact view I loosely watched
All the jokes that seems worthless yet so unbearable I enjoy it
And the sad part of being in the state of loneliness that I can’t imagine how could it end.
Waiting and gazing, so patiently I hold dear
Until the sound erupted
And the side of happiness that is so long gone
I Could not have wait to say hello to this blank hole
Know that it may not last long as I hope for
Or how uncertain it can lead me to only disappointment
I swear to God will enjoy it no matter what
Because the sweet taste of it is unthinkable right now
And the stream of blood that I grew up with since forever
In my body says how beautiful it is
And how wish I could enjoy it to the days that will come
As long as I stay at this circle
As long tomorrow will come
And my life will always be at its best part…
A child….
Monday, May 05, 2008
Aku Manusia Bodoh
tak sudah-sudah membodohkan diri.
Menjudikan maruah demi sesuatu yang belum
masanya aku terima.
Pincang aku yang hebat ini.
Punya filosofi, punya visi tersendiri.
tapi masih mentah dalam dunia realiti.
alahai...diri aku.
aku yang malu dengan diri.
tak sudah-sudah membodohkan diri.
Tak pernah penat memalukan diri.
tak cukup faham masalah sendiri.
Nak menyesal bukan aku.
ego yang tinggal dah sebahagian lari.
Nak memandang muka malu.
mahu tak mahu terima sahaja pahit kelat
yang sendiri carik.
itulah aku.
Manusia bodoh itu.
masih belajar tentang diri
masih mengenal realiti.
Saturday, May 03, 2008
suicide note
good night.
I,
die.
good bye, time goes by.
and fly.
tonight,
the end of life.
between me and you.
son.
forgive me. I, all the mistakes
inflicted upon you.
I, die.
so you. can smile.
so you can fly.
tonight.
it ends.
everything ends tonight.
and you.
you can start tomorrow.
Friday, May 02, 2008
and wave
your shadow still haunts me at night.
playing like a song of wonderland
and drills my dream of the past.
I have again and again try to walk off the tale
I created with you.
yet I found myself stumble upon your face.
longing to visit my bittersweet memory.
the ghost of you that brings me the torture of life.
somehow ended as my source of serendipity.
wrapping me tight against my hatred over you.
I find myself blocked and torn apart.
and hate myself for the fact that I cannot hate you.
more so to leave you behind.
though I seem to care less.
the truth is that I will always be.
never once I looked down upon you.
not a single day I missed my pray for you to smile.
angin Malam
nafas aku jauh ke dasar laut.
kau salurkan benang-benang sutera hati
manusia tentang cinta.
tentang apa yang aku rasa.
tentang damai sejuk malam.
yang mengizinkan kita terus hidup.
tentang alam kurniaan tuhan
yang kita endahkan sentiasa.
angin malam kau khabarkan pada manusia.
yang buruk itu datang dari kita.
cukup sudah benci beraja.
cukup lelah semua tentang dusta.
aku cukup penat dengan segala bobrok
yang kita taja.
dengan perang yang tak pernah sudah.
aku enggan melihat anak-anak menangis lagi.
cukup sudah memandang bunga kembang separuh hati.
kau angin malam sebarkan ke setiap nyawa
manusia-manusia yang haus.
tentang damai yang aku rasa.
tentang cerita yang aku kata.
biarkan mereka tahu.
antara putus asa aku masih rasa syurga.
antara setiap derita aku masih dengar indahnya dunia.
angin malam kau bangkitkan mereka.
rasakan apa yang aku rasa.
ceritakan tentang bila malam datang.
tentang hanya ada bintang di angkasa.
